Pabrik Pala Rp164 Miliar Masuk Penjajakan, Suwardi Haseng Dorong Peluang Investasi di Soppeng

Notification

×

Tag Terpopuler

Pabrik Pala Rp164 Miliar Masuk Penjajakan, Suwardi Haseng Dorong Peluang Investasi di Soppeng

Selasa, 27 Oktober 2026 | Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T06:41:38Z


Makassar, Rencana investasi pembangunan pabrik pengolahan pala dengan nilai mencapai Rp164 miliar membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi Kabupaten Soppeng. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima Letter of Intent (LoI) dari PT Firmansyah Khatulistiwa Group dalam rangkaian Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 di Claro Hotel Makassar, Rabu (28/10/2026).


LoI tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M., sebagai bagian dari penjajakan rencana pembangunan fasilitas industri pengolahan pala di Kabupaten Soppeng.


Peluang ini menjadi perhatian karena investasi sektor industri dapat membuka ruang pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir. Tidak sekadar menghasilkan bahan baku, daerah juga berpeluang memperoleh nilai tambah melalui proses pengolahan yang dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.


Bagi petani, keberadaan industri pengolahan berpotensi menghadirkan kepastian pasar apabila perusahaan nantinya menjalin kemitraan yang berkelanjutan dengan pemasok lokal. Sementara bagi masyarakat, operasional pabrik dapat membuka kesempatan kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri.


Namun, peluang tersebut tetap membutuhkan perencanaan yang matang. Ketersediaan bahan baku pala, kesiapan infrastruktur, keberlanjutan usaha, serta kemampuan perusahaan menyerap hasil perkebunan masyarakat akan menentukan kelayakan dan manfaat investasi dalam jangka panjang.


SIBF 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor untuk memperluas peluang kerja sama bisnis di kawasan Sulawesi. Dalam forum tersebut, sebanyak 43 proyek investasi potensial dipromosikan guna menarik minat dunia usaha dan memperkuat pertumbuhan ekonomi regional.


Bagi Kabupaten Soppeng, penjajakan investasi pabrik pala ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis hasil perkebunan.


Meski demikian, nilai investasi Rp164 miliar yang disebutkan masih berupa perkiraan dalam rencana yang dijajaki. Penyerahan LoI belum dapat diartikan sebagai kepastian dimulainya pembangunan maupun operasional pabrik.


Tahapan lanjutan, mulai dari pematangan rencana bisnis hingga kepastian pelaksanaan proyek, akan menjadi penentu realisasi investasi tersebut.


Pemerintah daerah diharapkan dapat mengawal proses penjajakan agar peluang ini tidak berhenti pada dokumen minat investasi. Lebih dari sekadar nilai modal, keberhasilan proyek nantinya perlu diukur dari kontribusinya terhadap perekonomian daerah, penyerapan tenaga kerja lokal, dan peningkatan kesejahteraan petani.


Jika terealisasi dengan baik, pembangunan pabrik pengolahan pala berpotensi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat struktur ekonomi Soppeng melalui pengembangan industri berbasis potensi lokal.


(Red)