Bupati Soppeng Turun ke Sawah, 85 Hektare Lahan Petani Dibayangi Ancaman Puso

Notification

×

Tag Terpopuler

Bupati Soppeng Turun ke Sawah, 85 Hektare Lahan Petani Dibayangi Ancaman Puso

Rabu, 16 September 2026 | September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T12:30:21Z


Soppeng, Ancaman puso membayangi sekitar 85 hektare lahan persawahan Kelompok Tani Toddang Saloe di Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa. Persoalan utamanya berada pada saluran irigasi yang menjadi jalur distribusi air dari Danau Tempe menuju lahan pertanian.


Melihat kondisi tersebut, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng turun langsung meninjau pekerjaan normalisasi saluran irigasi, Rabu (16/9/2026).


Suwardi datang bersama jajaran Dinas PUPR, Dinas Peternakan dan Perikanan, Lurah Limpomajang, penyuluh pertanian serta kelompok tani.


Saluran irigasi dinormalisasi melalui pengerukan untuk memperlancar kembali aliran air. Pekerjaan ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat dengan dukungan alat berat ekskavator dari Pemerintah Kabupaten Soppeng.


Dukungan terhadap pekerjaan tersebut juga datang langsung dari Suwardi. Sebagian kebutuhan bahan bakar alat berat dibantu secara pribadi oleh Bupati Soppeng tersebut.


Normalisasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sepanjang 700 meter telah diselesaikan. Sementara tahap kedua sepanjang 1.100 meter kini telah dikerjakan sekitar 600 meter dan menyisakan kurang lebih 500 meter.


Di hadapan petani, Suwardi mengapresiasi semangat masyarakat yang memilih bergotong royong menghadapi persoalan pengairan. 


“Saya senang melihat semangat petani untuk bergotong royong dan kekompakan petani menghadapi masalah seperti ini. Bergotong royong dapat menyelesaikan banyak masalah. Kalau kita menjaga kebersamaan dan persatuan, pekerjaan berat akan terasa ringan,” kata Suwardi.

 

Bagi petani Toddang Saloe, normalisasi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan tanaman. Sebab, lancarnya aliran air sangat menentukan kondisi tanaman di lahan mereka.


Dengan berjalannya proses normalisasi, petani berharap saluran segera kembali berfungsi maksimal sehingga sekitar 85 hektare sawah dapat memperoleh pasokan air dan terhindar dari risiko gagal panen atau puso.


(Idul Saputra)