Bupati Soppeng: MBG Bukan Sekadar Program Makan, Kualitas dan Keamanan Harus Dijamin

Notification

×

Tag Terpopuler

Bupati Soppeng: MBG Bukan Sekadar Program Makan, Kualitas dan Keamanan Harus Dijamin

Sabtu, 12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-12T15:08:56Z


Soppeng, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng diminta tidak berhenti pada persoalan distribusi makanan. Bupati Soppeng menegaskan setiap makanan yang diberikan kepada penerima manfaat harus memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, kandungan gizi serta ketepatan waktu penyajian.


Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng di Gedung Lapatau, Sabtu malam (12/9/2026).


Menurut Bupati, MBG merupakan Program Strategis Nasional yang memiliki tujuan jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjalankan program tersebut secara serius dan sesuai mekanisme.


“Pemerintah daerah tidak main-main dan menaruh harapan besar kepada seluruh jajaran Gabungan Mitra MBG untuk menyukseskan penyelenggaraan MBG di Kabupaten Soppeng,” tegasnya.


Bupati menyebut terdapat empat hal utama yang harus menjadi perhatian para mitra, yakni higienitas, standar gizi yang optimal, ketepatan waktu penyajian dan kualitas bahan pangan.


Hal tersebut menjadi penting karena penerima MBG berasal dari berbagai kelompok, termasuk anak sekolah, santri, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.


Artinya, makanan yang keluar dari dapur SPPG bukan sekadar hidangan yang dibagikan kepada masyarakat. Di dalamnya terdapat tanggung jawab terhadap kesehatan dan tumbuh kembang penerima manfaat.


Karena itu, Bupati meminta seluruh tahapan dikawal dengan baik. Mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan di dapur SPPG, penyimpanan dan distribusi hingga makanan sampai kepada penerima manfaat.


Pemkab Soppeng juga memastikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator sekaligus melakukan pengawasan.


Dukungan itu meliputi fasilitasi lahan dapur SPPG, penyediaan dan verifikasi data riil penerima manfaat serta pemanfaatan laboratorium daerah untuk melakukan pengujian sampel makanan secara berkala.


Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan yang disalurkan aman dan tidak mengandung zat berbahaya maupun bakteri yang dapat memicu keracunan.


Kebersihan dan sanitasi dapur juga menjadi perhatian. Setiap SPPG dituntut menjaga kondisi lingkungan pengolahan agar makanan yang dihasilkan memenuhi standar keamanan pangan.


Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Maulid Gabungan Mitra MBG Kabupaten Soppeng, Yunas Asri, melaporkan bahwa saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Soppeng.


Jumlah tersebut menunjukkan semakin luasnya cakupan program MBG di daerah. Namun, peningkatan jumlah SPPG juga harus diikuti dengan pengawasan yang kuat agar kualitas pelayanan tetap terjaga.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Semangat Berbagi untuk Generasi Sehat dan Berakhlak Mulia.”


Bupati menilai semangat berbagi yang menjadi pesan Maulid harus diwujudkan dengan tanggung jawab. Memberikan makanan kepada masyarakat bukan hanya soal jumlah, tetapi juga memastikan makanan tersebut layak, aman dan bergizi.


Ia berharap MBG dapat menjadi investasi bagi masa depan Soppeng dengan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, religius, berintegritas dan mampu bersaing.


Dengan 18 SPPG yang telah beroperasi, seluruh mitra diminta menjaga amanah tersebut. Pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait diharapkan terus membangun koordinasi agar pelaksanaan MBG berjalan konsisten sesuai standar.


Bagi Bupati, keberhasilan MBG bukan sekadar ketika makanan berhasil dibagikan. Ukurannya adalah ketika makanan tersebut benar-benar aman, bergizi dan memberi manfaat bagi kesehatan generasi penerima.


(Idul Saputra)