Soppeng, Kesempatan memperoleh pendidikan kini terbuka bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Watansoppeng melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C yang digelar bekerja sama dengan PKBM Rumah Amma, Kamis (8/10/2026).
Program yang disertai penguatan literasi ini secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.
Penyelenggaraan program tersebut menjadi langkah nyata untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan yang belum menuntaskan pendidikan formal agar dapat kembali belajar, meningkatkan pengetahuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
Pendidikan kesetaraan ini mencakup Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Peserta yang mengikuti pembelajaran serta memenuhi persyaratan yang berlaku berkesempatan mendapatkan ijazah pendidikan kesetaraan.
PKBM Rumah Amma sebagai penyelenggara program menyiapkan proses pembelajaran rutin dua kali dalam sepekan dengan pendampingan tiga tutor.
Selain materi akademik, kegiatan belajar juga diarahkan pada penguatan literasi, meliputi kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis.
Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pendidikan nonformal bagi masyarakat yang belum memperoleh kesempatan menyelesaikan pendidikan formal.
Ia berharap warga binaan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan, membangun karakter, dan meningkatkan keterampilan sebagai bekal menata masa depan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, mengapresiasi kerja sama antara Rutan Watansoppeng dan PKBM Rumah Amma dalam memperluas akses pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara sehingga kesempatan belajar perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada ijazah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membentuk karakter, dan mendorong kemandirian.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut diharapkan dapat memastikan layanan pendidikan nonformal berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi para peserta.
Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyambut baik pelaksanaan program pendidikan kesetaraan tersebut.
Ia menilai kesempatan belajar menjadi bagian penting dalam pembinaan warga binaan, terutama untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan mereka sebelum kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dedi berharap program ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar dan memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang positif.
Pembukaan program turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola dan tutor PKBM Rumah Amma, serta warga binaan peserta program.
Melalui program ini, Rutan Watansoppeng bersama PKBM Rumah Amma dan pemerintah daerah berupaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi warga binaan.
Pendidikan kesetaraan diharapkan tidak sekadar membuka jalan memperoleh ijazah, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat keterampilan, dan memberikan bekal untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah masa pembinaan.
(Red)
