Soppeng, Bank Sulselbar Cabang Soppeng bersama Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng menggelar Forum Diskusi bertajuk “Pengembangan SDM Perbankan & Sosialisasi Program Magister Manajemen (S2)”, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bank Sulselbar Cabang Soppeng tersebut mengusung tema “Sinergi Akademik dan Industri Perbankan: Akselerasi Kompetensi SDM Menuju Perbankan Daerah yang Unggul dan Berdaya Saing.”
Forum ini menjadi ruang dialog antara dunia akademik dan industri perbankan untuk membahas pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di tengah perubahan dan perkembangan industri perbankan yang semakin dinamis.
Ketua Program Magister Manajemen UNIPOL Soppeng, Dr. H. Nurmal Idrus, SE, MM, hadir sebagai pembicara utama. Sementara pengantar kegiatan disampaikan Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Soppeng, Andi Yusri Nuralam, SE.
Dalam pemaparannya, Nurmal Idrus menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing perbankan daerah.
“Perubahan teknologi, tuntutan pelayanan nasabah, transformasi digital, serta semakin kompleksnya tantangan manajemen menuntut tenaga profesional perbankan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” ujar Nurmal.
Menurutnya, pendidikan Magister Manajemen dapat menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan kebutuhan dunia kerja dengan pengembangan kapasitas akademik dan profesional.
Pendidikan manajemen, kata dia, tidak hanya dibutuhkan mereka yang ingin berkarier di dunia akademik, tetapi juga para profesional yang setiap hari menghadapi berbagai persoalan manajemen, kepemimpinan, keuangan, pemasaran, SDM, hingga pengambilan keputusan strategis.
“Dunia perbankan membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, analisis dan pengambilan keputusan,” tegasnya.
Nurmal menilai sinergi antara perguruan tinggi dan industri perlu terus diperkuat agar pengembangan SDM benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga profesional yang adaptif, kompeten dan siap menghadapi tantangan transformasi industri perbankan ke depan.
Menariknya, forum ini bukan kali pertama Nurmal Idrus berbicara di hadapan kalangan perbankan. Pekan sebelumnya, ia juga hadir sebagai pembicara dalam kegiatan dengan tema serupa di BRI Cabang Soppeng.
Kehadiran Nurmal di dua forum perbankan tersebut menunjukkan pentingnya ruang dialog antara akademisi dan praktisi dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, khususnya di sektor perbankan daerah.
Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis industri dalam menyiapkan SDM unggul dan berdaya saing.
(Red)
