Bupati Soppeng Jemput PLN, Kejar Listrik Masuk Sawah agar Petani Tak Lagi Bergantung Musim

Notification

×

Tag Terpopuler

Bupati Soppeng Jemput PLN, Kejar Listrik Masuk Sawah agar Petani Tak Lagi Bergantung Musim

Senin, 20 Juli 2026 | Juli 20, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T03:11:25Z


Soppeng, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, yakni ketergantungan terhadap air hujan. Alih-alih menunggu program berjalan, Suwardi memilih "menjemput bola" dengan mendatangi PT PLN (Persero) guna mempercepat penyediaan jaringan listrik bagi kawasan persawahan.


Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan dengan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, di Makassar, Senin (20/7/2026).


Bupati Suwardi didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan. Sementara dari pihak PLN turut hadir Manager PLN ULP Pajalesang Muh. Faisal Hasan beserta jajaran.


Pertemuan tersebut bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng mempercepat realisasi Program Listrik Masuk Sawah, sebuah gagasan yang diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan irigasi di lahan-lahan tadah hujan.


Selama ini, ribuan hektare sawah di Kabupaten Soppeng masih mengandalkan curah hujan. Ketika musim kemarau datang, sebagian lahan tidak dapat ditanami secara optimal karena minimnya pasokan air. Kondisi itu berdampak langsung terhadap indeks pertanaman dan produktivitas petani.


Melihat kondisi tersebut, Pemkab Soppeng mendorong penggunaan pompa air yang mengambil sumber air dari sungai maupun sumur bor. Namun, sistem itu membutuhkan pasokan listrik yang stabil agar dapat beroperasi secara efisien dan berkelanjutan.


"Sebagian besar sawah di Kabupaten Soppeng masih bergantung pada air hujan. Karena itu, kami mendorong pengembangan pompanisasi agar petani memiliki sumber air yang lebih terjamin dan dapat meningkatkan intensitas tanam. Upaya tersebut membutuhkan dukungan jaringan listrik yang memadai. Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap," tegas Suwardi Haseng.


Bupati menilai, menghadirkan listrik ke kawasan pertanian bukan hanya soal menambah jaringan distribusi, tetapi juga membuka akses terhadap pertanian yang lebih modern. Dengan listrik, pompa air dapat bekerja lebih efisien dibandingkan penggunaan mesin berbahan bakar minyak yang biaya operasionalnya relatif lebih tinggi.


Jika jaringan listrik berhasil menjangkau sentra-sentra pertanian, petani diperkirakan mampu meningkatkan frekuensi tanam karena ketersediaan air tidak lagi sepenuhnya bergantung pada hujan. Dampaknya tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah.


Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak membahas kebutuhan perluasan jaringan listrik pada sejumlah kawasan pertanian yang diprioritaskan. Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap dukungan PLN dapat diwujudkan secara bertahap sesuai kondisi teknis di lapangan.


Bagi Suwardi Haseng, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan bantuan benih, pupuk, atau alat mesin pertanian. Ketersediaan infrastruktur dasar seperti listrik juga menjadi faktor penting agar berbagai program modernisasi pertanian dapat berjalan maksimal.


Melalui komunikasi langsung dengan PLN, Pemkab Soppeng menunjukkan komitmennya untuk mempercepat hadirnya Listrik Masuk Sawah. Program ini diharapkan menjadi salah satu terobosan yang mampu mengubah lahan tadah hujan menjadi lahan produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.


(Red)