Latihan Gabungan PMR Madya se-Kabupaten Soppeng Digelar, Ketua PMI Ir. Selle KS Dalle Kukuhkan Pengurus Forpis

Notification

×

Tag Terpopuler

Latihan Gabungan PMR Madya se-Kabupaten Soppeng Digelar, Ketua PMI Ir. Selle KS Dalle Kukuhkan Pengurus Forpis

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T06:01:48Z


Soppeng, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng menggelar Latihan Gabungan PMR Madya se-Kabupaten Soppeng Tahun 2026 di Markas PMI Kabupaten Soppeng, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Keterampilan, Mempererat Persaudaraan, Menuju Relawan yang Tangguh dan Berkarakter.”


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-81 dengan tema “Peduli, Bergerak, Bersama”, sekaligus menjadi wadah pembinaan dan pengembangan anggota PMR Madya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, kepedulian, serta jiwa kemanusiaan.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan Forum Palang Merah Remaja (Forpis) PMI Kabupaten Soppeng oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, yang juga Wakil Bupati Soppeng. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemasangan pin kepada Koordinator Ketua Forpis oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng sebagai tanda pengukuhan.


Ketua Panitia Pelaksana, Misbah, dalam laporannya menyampaikan bahwa Latihan Gabungan PMR Madya diikuti oleh 80 peserta dari 40 sekolah se-Kabupaten Soppeng.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PMR Madya dalam menerapkan prinsip-prinsip kepalangmerahan, sekaligus membentuk karakter anggota yang disiplin, peduli, bertanggung jawab dan berjiwa kemanusiaan.


Selain itu, kegiatan juga diharapkan dapat mempererat persaudaraan dan silaturahmi antaranggota PMR Madya, menumbuhkan semangat kebersamaan dan kerja sama, serta mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan mampu berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Dalam amanatnya, Ketua PMI Kabupaten Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus PMI yang telah mempersiapkan kegiatan serta berkoordinasi dengan sekolah-sekolah peserta.


Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para kepala sekolah dan pembina PMR yang telah memberikan dukungan serta mendampingi para siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut.


Kepada seluruh peserta, Ir. Selle KS Dalle mengingatkan bahwa menjadi bagian dari relawan kemanusiaan bukan sekadar mengikuti kegiatan, melainkan merupakan panggilan jiwa dan nurani untuk terus peduli kepada sesama.


“Menjadi aktivis kemanusiaan itu hanya sekali, setelah itu tidak pernah berhenti. Tidak ada istirahatnya, tidak ada pensiunnya, karena ini adalah panggilan jiwa, panggilan nurani,” ujarnya.


Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan belajar dari para instruktur sebagai bekal dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.


“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk menggali pengetahuan dan pengalaman yang nantinya menjadi bekal dasar dalam menjalankan tugas mulia sebagai aktivis kemanusiaan,” katanya.


Lebih lanjut, Ir. Selle KS Dalle menekankan bahwa gerakan kemanusiaan tidak dibatasi oleh batas administrasi pemerintahan maupun negara. Menjadi bagian dari PMI berarti menjadi bagian dari keluarga besar kemanusiaan yang memiliki jejaring persaudaraan di berbagai daerah dan negara.


Khusus kepada pengurus Forpis yang baru dilantik, ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, koordinasi dan kebersamaan antaranggota PMR serta dengan kelompok-kelompok relawan lainnya.


Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Kabupaten Soppeng juga mengajak seluruh jajaran PMI dan relawan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi lingkungan, termasuk dampak kemarau panjang yang sedang berlangsung.



Momentum HUT PMI ke-81 juga dimintanya menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap perjalanan organisasi. Setiap perayaan, menurutnya, harus menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana PMI telah menjalankan tujuan dan cita-cita kemanusiaan yang menjadi dasar berdirinya organisasi.


“Kalau belum maksimal, maka kita harus melahirkan semangat baru dan komitmen baru untuk terus berbenah serta memperkuat organisasi agar semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.


Menutup amanatnya, Ir. Selle KS Dalle berharap seluruh rangkaian latihan selama tiga hari dapat diikuti peserta dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab.


Ia juga meminta para pembina PMR untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi setelah kegiatan berakhir, sehingga semangat kebersamaan para peserta tetap terpelihara.


“Kalau semakin banyak relawan yang dilahirkan oleh PMI, maka akan semakin kuat PMI. Karena kekuatan PMI ada pada kerelawanan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, Wakil Sekretaris PMI Kabupaten Soppeng, jajaran pengurus PMI Kabupaten Soppeng, para pembina PMR Madya se-Kabupaten Soppeng, serta para relawan KSR PMI Kabupaten Soppeng.


(Idul Saputra)