HUT ke-14 IWO Soppeng, Kakan Kemenag Afdal: Media Bisa Membesarkan yang Kecil, Tapi Jangan Besarkan yang Belum Terverifikasi

Notification

×

Tag Terpopuler

HUT ke-14 IWO Soppeng, Kakan Kemenag Afdal: Media Bisa Membesarkan yang Kecil, Tapi Jangan Besarkan yang Belum Terverifikasi

Minggu, 06 September 2026 | September 06, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T05:46:24Z


Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, H. Afdal, memberikan pesan khusus kepada insan pers pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng, Senin (7/9/2026).


Di hadapan para wartawan dan tamu undangan, Afdal menegaskan bahwa pers memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini dan persepsi masyarakat. Karena itu, kekuatan tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab.


Menurut Afdal, sebuah kegiatan yang sebenarnya kecil dapat menjadi besar ketika mendapatkan pemberitaan media. Sebaliknya, kegiatan besar sekalipun bisa saja tidak diketahui masyarakat apabila tidak mendapat ruang publikasi.


“Yang kecil bisa menjadi besar karena media. Yang besar bisa tidak diketahui kalau tidak dimediasi oleh media,” ujarnya.


Namun, di balik besarnya kekuatan media tersebut, Afdal mengingatkan satu hal yang tidak boleh ditinggalkan wartawan, yakni kebenaran.


Ia berharap insan pers tidak sekadar mengejar kecepatan dalam memberitakan sebuah informasi, tetapi memastikan terlebih dahulu bahwa informasi tersebut benar dan dapat dipertanggungjawabkan.


“Informasi itu harus dicek dulu sebelum disampaikan kepada masyarakat,” pesannya.


Afdal menyebut prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan agama. Menurutnya, setiap informasi yang diterima tidak semestinya langsung dipercaya dan disebarluaskan sebelum dilakukan pemeriksaan.


Karena itu, ia mengajak media menjadikan verifikasi sebagai bagian penting dari kerja jurnalistik.


“Jangan sampai karena ingin cepat memberitakan, akhirnya yang disampaikan justru informasi yang belum tentu benar,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Afdal juga mengungkapkan kedekatannya dengan insan pers di Soppeng. Ia menyebut Ketua PD IWO Soppeng, Kamaruddin, sebagai salah satu wartawan yang pertama kali dikenalnya ketika dirinya mulai bertugas di Soppeng sekitar lima tahun lalu.


Komunikasi yang terbangun sejak saat itu, kata Afdal, terus berjalan hingga sekarang.


Bahkan, meski memiliki agenda lain, Afdal mengaku tetap memprioritaskan hadir dalam peringatan HUT ke-14 IWO Soppeng.


“Hubungan komunikasi dengan teman-teman media harus terus kita bangun,” katanya.


Menurutnya, keterbukaan komunikasi antara pemerintah dan media sangat penting. Ia memastikan insan pers yang datang ke Kantor Kemenag Soppeng tetap mendapatkan ruang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.


Namun, keterbukaan tersebut juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab wartawan dalam menjaga akurasi pemberitaan.


Afdal berharap hubungan antara Kemenag dan media tidak hanya sebatas hubungan pemberitaan, tetapi berkembang menjadi sinergi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.


Terlebih, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi keagamaan, pendidikan dan pelayanan publik kepada masyarakat.


Ia pun mengajak IWO Soppeng memasuki usia ke-14 dengan semangat profesionalisme, kecerdasan intelektual dan integritas.


“Teruslah bekerja dengan cerdas, intelektual dan profesional. Sampaikan kebenaran dan lakukan verifikasi sebelum informasi disampaikan kepada publik,” pesannya.


Bagi Afdal, pers dan pemerintah memiliki ruang kerja masing-masing. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, sementara media membutuhkan keterbukaan pemerintah untuk menjalankan fungsi jurnalistiknya.


Tetapi sinergi tersebut, menurutnya, harus tetap dibangun di atas kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab.


“Bersinergi bukan berarti kehilangan prinsip. Media tetap harus menjadi media yang menyampaikan kebenaran,” tandasnya.


Pernyataan Afdal menjadi salah satu pesan penting dalam HUT ke-14 IWO Soppeng: pemerintah membutuhkan pers, tetapi pers tidak boleh kehilangan independensinya hanya karena ingin dekat dengan pemerintah.


Di tengah derasnya arus informasi digital dan persaingan mengejar perhatian pembaca, wartawan dituntut bukan hanya menjadi yang tercepat, tetapi juga menjadi yang paling dapat dipercaya.


Selamat HUT ke-14 IWO.


IWO Bersatu, Pers Berintegritas.

IWO Kuat, Wartawan Bermartabat.


(Red)