AI Tak Bisa Dihindari, Polres Soppeng Pilih Bekali Pelajar SMAN Cangadi dengan Pemahaman

Notification

×

Tag Terpopuler

AI Tak Bisa Dihindari, Polres Soppeng Pilih Bekali Pelajar SMAN Cangadi dengan Pemahaman

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T04:27:36Z

Soppeng, Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bergerak begitu cepat. Teknologi yang dulu dianggap sebagai sesuatu yang futuristis kini sudah berada di tengah aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari pelajar.


Polres Soppeng memilih tidak menutup mata terhadap perubahan tersebut. Sebaliknya, para pelajar justru dibekali pemahaman agar mampu menggunakan AI secara tepat dan bertanggung jawab.


Edukasi itu digelar di SMA Negeri 2 Soppeng, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Siswa kelas XII menjadi sasaran kegiatan yang dipimpin Kabag SDM Polres Soppeng Kompol Sulaeman Abu, S.H., M.H.


Sebanyak tujuh personel Polres Soppeng terlibat dalam tim edukasi sekaligus trainer. Materi yang diberikan diarahkan untuk mengenalkan potensi AI sekaligus membangun kesadaran pelajar terhadap risiko dan tanggung jawab dalam penggunaannya.


Bagi Polres Soppeng, persoalannya bukan lagi apakah pelajar akan menggunakan AI atau tidak. Tantangannya adalah bagaimana memastikan teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses belajar dan pengembangan diri, bukan justru menjadi ketergantungan.


Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto mengatakan generasi muda harus dipersiapkan menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.


“Anak-anak kita akan tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang semakin maju. Karena itu, yang perlu kita bangun bukan rasa takut terhadap teknologi, tetapi kemampuan untuk memahami, mengendalikan dan menggunakannya dengan benar,” ujarnya.


Menurut Kapolres, AI dapat memberikan manfaat besar jika digunakan untuk tujuan produktif. Namun, kemudahan teknologi tidak boleh menghilangkan kemampuan manusia dalam berpikir dan mengambil keputusan.


“Kami ingin para pelajar melihat AI sebagai alat untuk membantu mereka belajar dan berkembang, bukan sebagai jalan pintas untuk menggantikan proses berpikir. Kemampuan berpikir kritis, kreativitas dan karakter tetap menjadi hal utama,” tegas AKBP Hari Budiyanto.


Pesan tersebut menjadi penting bagi pelajar yang berada di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan mendapatkan jawaban secara cepat melalui teknologi harus diikuti kemampuan mempertanyakan, memeriksa dan memahami informasi tersebut.


Kegiatan edukasi AI ini merupakan bagian dari implementasi Program Quick Wins Presisi Triwulan III Tahun 2026, khususnya Indikator 9.1 dan 9.2, yang menyasar pelajar SMA/SMK/MA sederajat.


Sebelumnya, Polres Soppeng juga telah melaksanakan edukasi AI di SMK Negeri 1 Soppeng. Dalam kegiatan tersebut, tujuh personel dilibatkan sebagai tim edukasi dan trainer untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pemanfaatan AI secara bijak.


Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan upaya Polres Soppeng memperluas edukasi teknologi kepada kalangan pelajar. Kehadiran polisi di sekolah tidak hanya diarahkan pada persoalan keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyentuh tantangan baru yang dihadapi generasi muda.


Melalui edukasi tersebut, para siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna AI. Mereka didorong untuk menjadi pengguna yang kritis, kreatif dan bertanggung jawab.


Kegiatan di SMA Negeri 2 Soppeng berlangsung secara edukatif dan interaktif. Para siswa mengikuti materi dari tim trainer Polres Soppeng mengenai perkembangan AI serta cara memanfaatkannya secara positif dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.


(Idul Saputra)