Milad PERMAHI, Silaturahmi Bukber Menjadi Momentum Berbenah dan Menguatkan Gerakan Mahasiswa Hukum

Notification

×

Tag Terpopuler

Milad PERMAHI, Silaturahmi Bukber Menjadi Momentum Berbenah dan Menguatkan Gerakan Mahasiswa Hukum

Kamis, 12 Maret 2026 | Maret 12, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T18:46:29Z


Jambi, Keluarga besar Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan silaturahmi dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-44 PERMAHI, Kamis (12/3/2026), di Kantor Badan Penghubung Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus ruang refleksi bagi kader dan alumni PERMAHI dalam meneguhkan komitmen terhadap penguatan hukum dan konstitusi di Indonesia.


Peringatan yang mengusung tema “44 Tahun PERMAHI: Konsisten Mengawal Konstitusi, Adaptif Menjawab Tantangan Zaman” tersebut dihadiri oleh pengurus nasional, kader, serta sejumlah senior PERMAHI dari kalangan praktisi dan akademisi hukum. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum diskusi intelektual mengenai peran mahasiswa hukum dalam merespons dinamika sosial dan perkembangan hukum di era transformasi.


Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional PERMAHI, Azhar Sidiq, dalam sambutannya menegaskan bahwa PERMAHI harus terus mengambil peran strategis sebagai lokomotif gerakan intelektual mahasiswa hukum dalam menjaga dan mengawal konstitusi.


Menurutnya, mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk memastikan bahwa hukum yang berkembang di tengah masyarakat tetap berlandaskan pada prinsip kemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum.


“PERMAHI harus menjadi lokomotif bagi mahasiswa hukum dalam mengawal konstitusi secara adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga hukum yang lahir mampu menghadirkan kemanfaatan, keadilan, dan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Azhar.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPN PERMAHI, Afghan Ababil, menyampaikan bahwa momentum Dies Natalis ini diharapkan dapat memperkuat semangat kader PERMAHI untuk terus mengaktualisasikan diri di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.


Menurutnya, mahasiswa hukum harus mampu menghadirkan gagasan, kajian ilmiah, dan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi perkembangan hukum nasional.


“Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan organisasi, tetapi momentum refleksi bagi kader PERMAHI untuk terus mengembangkan kapasitas intelektual serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan hukum di Indonesia,” ungkapnya.


Dalam kesempatan yang sama, Senior PERMAHI yang juga praktisi dan akademisi hukum, Tessa Elya Andriana Wahyudi, menekankan pentingnya pendekatan intelektual dalam gerakan mahasiswa hukum. Ia menilai bahwa kontribusi mahasiswa hukum tidak hanya diwujudkan melalui aksi demonstrasi, tetapi juga melalui produksi pengetahuan, riset, tulisan, serta edukasi hukum kepada masyarakat.


Menurutnya, dalam perspektif hukum, demonstrasi dapat dipahami sebagai ultimum remedium, yakni langkah terakhir setelah berbagai upaya intelektual seperti kajian ilmiah dan advokasi gagasan dilakukan.


“Gerakan mahasiswa hukum harus dimulai dari perang gagasan, riset, dan tulisan. Mahasiswa hukum juga perlu menghadirkan edukasi hukum yang praktis bagi masyarakat, seperti informasi mengenai tata cara pembuatan Surat Izin Mengemudi, pengurusan sertifikat tanah, maupun persoalan hukum lain yang sering dihadapi publik,” jelasnya.


Ia juga mendorong pentingnya penguatan kaderisasi perempuan dalam organisasi mahasiswa hukum. Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan dan ruang partisipasi yang terbuka bagi seluruh kader, termasuk perempuan


Melalui peringatan Dies Natalis ke-44 PERMAHI, organisasi ini diharapkan terus memperkuat perannya sebagai wadah intelektual mahasiswa hukum yang tidak hanya kritis terhadap persoalan hukum nasional, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, riset, dan edukasi hukum yang bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan hukum Indonesia.


(Muhammad)