Balap Lari Disertai Taruhan Uang di Soppeng Resahkan Warga, Polisi Diminta Tingkatkan Patroli

Notification

×

Tag Terpopuler

Balap Lari Disertai Taruhan Uang di Soppeng Resahkan Warga, Polisi Diminta Tingkatkan Patroli

Minggu, 01 Maret 2026 | Maret 01, 2026 WIB Last Updated 2026-03-01T14:13:24Z

Foto diduga salah satu pelaku (ist). 


Soppeng,  Aksi balap lari yang diduga disertai taruhan uang kembali meresahkan warga Kabupaten Soppeng. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Poros Mari-Mari, Desa Belo, Kecamatan Ganra, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 02.50 WITA.


Sejumlah pemuda dilaporkan terlibat dalam kegiatan yang awalnya disebut sebagai lomba lari biasa. Namun berdasarkan informasi dari warga sekitar, kegiatan tersebut disertai taruhan uang dalam jumlah tertentu.


Situasi sempat memanas ketika terjadi perselisihan terkait nominal taruhan dan hasil perlombaan. Adu mulut antar kelompok pun tak terhindarkan hingga nyaris berujung perkelahian.


“Awalnya cuma lomba lari, tapi kemudian ribut soal uang taruhan. Hampir saja baku hantam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Suasana dini hari yang seharusnya tenang berubah menjadi gaduh akibat teriakan para penonton serta suara kendaraan yang hilir mudik di sekitar lokasi. 


Warga mengaku khawatir aktivitas tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, mengingat jalan poros tersebut merupakan jalur penghubung antar wilayah yang tetap dilalui kendaraan meski pada malam hari.


Beberapa potongan video kejadian itu sempat beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat momen ketegangan saat perdebatan terjadi di antara para peserta dan penonton. 


Unggahan itu pun menuai beragam reaksi dari warganet, sebagian besar mengecam aksi yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan berpotensi menimbulkan korban.


Fenomena balap lari dini hari yang disertai taruhan uang disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah warga menilai kegiatan tersebut dipicu oleh kurangnya ruang ekspresi bagi kalangan remaja serta lemahnya pengawasan pada jam-jam rawan.


Masyarakat berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. 


Patroli rutin pada malam hingga dini hari dinilai perlu ditingkatkan, terutama di titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul anak muda.


“Harapan kami polisi rutin patroli. Jangan sampai ada korban dulu baru ditindak,” ujar Edil R, salah seorang warga. 


Selain penindakan hukum, warga juga mendorong adanya upaya pencegahan jangka panjang, seperti edukasi kepada generasi muda, peningkatan peran orang tua, serta penyediaan wadah kegiatan positif bagi remaja.


Warga kini menanti langkah tegas aparat guna memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut tetap terjaga.





(Idul Saputra)