Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Bupati Soppeng Instruksikan Pekerjaan Nonstop 24 Jam

Notification

×

Tag Terpopuler

Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Bupati Soppeng Instruksikan Pekerjaan Nonstop 24 Jam

Senin, 13 Juli 2026 | Juli 13, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T12:19:18Z


Soppeng, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE menginstruksikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 dengan menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam. Instruksi itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia di lokasi pembangunan, Senin (13/7/2026).


Didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, dan Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr., Suwardi meninjau langsung progres pembangunan sejumlah fasilitas utama yang ditargetkan rampung akhir Juli.


Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi alasan untuk memperlambat pekerjaan. Menurutnya, seluruh tahapan pembangunan harus dipacu agar Sekolah Rakyat dapat beroperasi sesuai target nasional.


"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.


Ia menilai penerapan sistem kerja dua shift menjadi langkah paling efektif untuk mengejar waktu yang tersisa tanpa mengabaikan kualitas pembangunan.


Sebagai bentuk keseriusan, Suwardi juga memastikan akan mengawasi langsung jalannya proyek. Ia berkomitmen meninjau lokasi pembangunan setiap dua hari sekali untuk memastikan seluruh instruksi dijalankan dan progres pekerjaan tetap sesuai jadwal.


Percepatan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam menyukseskan Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.


Meski pembangunan kawasan sekolah secara keseluruhan masih berlangsung, Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.


Fasilitas yang menjadi prioritas penyelesaian meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Adapun pembangunan fasilitas lainnya dapat dilanjutkan setelah kegiatan belajar mengajar dimulai, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan.


Suwardi menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan kualitas maupun keselamatan. Seluruh area yang akan digunakan siswa harus dipastikan aman, nyaman, dan layak, meskipun pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.


Belum rampungnya beberapa fasilitas utama juga berdampak pada penjadwalan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 14 Juli 2026 ditunda dan dijadwalkan kembali pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.


Sebanyak 370 peserta didik, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing, akan mengikuti MPLS perdana tersebut. Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta juga akan mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, serta berbagai kegiatan pembentukan karakter.


Dengan pengawasan langsung dari kepala daerah serta dukungan Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas Sekolah Rakyat dapat diselesaikan tepat waktu sehingga operasional sekolah dapat dimulai sesuai target dan memberikan layanan pendidikan yang aman, nyaman, serta berkualitas.


(Idul Saputra)