Beberapa hari terakhir, sebagian warga Soppeng mengeluhkan sulitnya memperoleh gas elpiji 3 kilogram, disertai kabar harga yang di beberapa tempat melampaui ketentuan. Keluhan ini nyata dan patut kita dengarkan dengan sungguh-sungguh. Sebab yang sedang dibicarakan bukan sekadar tabung gas, melainkan dapur rumah tangga — tempat paling dasar dari kesejahteraan sehari-hari. Ketika seorang ibu kesulitan menyalakan kompor, yang goyah bukan hanya urusan masak, melainkan rasa tenang sebuah keluarga.
Kami memilih memandang persoalan ini bukan sebagai bahan untuk saling menyalahkan, melainkan sebagai pekerjaan bersama yang perlu diselesaikan dengan kepala dingin. Dan langkah pertama yang jujur adalah meletakkan persoalannya pada proporsi yang benar.
Perlu kita akui secara terbuka bahwa sebagian besar akar persoalan elpiji berada jauh di atas kewenangan daerah. Kebutuhan LPG nasional sangat besar dan sebagian besarnya masih dipenuhi dari impor, sementara harga subsidinya sengaja dipatok jauh di bawah harga keekonomian agar terjangkau rakyat kecil. Selisih harga itulah yang, di mana pun di Indonesia, selalu rawan menimbulkan gejolak pasokan. Karena itu, riak kelangkaan yang muncul sesekali di sebuah daerah tidak otomatis berarti ada kelalaian di tingkat lokal. Sering kali ia adalah gelombang kecil dari persoalan yang jauh lebih besar dan bersifat nasional. Menyadari hal ini penting, agar kita tidak tergesa menudingkan seluruh beban kepada pemerintah daerah atas sesuatu yang sebagian sebabnya memang berada di luar genggamannya.
Namun justru di titik itulah kehadiran pemerintah daerah menjadi paling berarti. Ada ruang yang benar-benar berada dalam jangkauan Pemkab Soppeng, dan kami meyakini langkah-langkah ini sedang atau dapat segera ditempuh.
Pertama, memastikan pengawasan menjangkau seluruh mata rantai distribusi — tidak berhenti di pengecer, tetapi hingga ke agen dan pangkalan. Di sanalah kunci apakah pasokan mengalir sesuai peruntukan dan harga tetap pada Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan. Kedua, membuka jalur koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kecukupan kuota daerah, dan bila memang kurang, mengusulkan penambahannya. Ketiga, menghadirkan operasi pasar atau pasar murah elpiji sesuai HET pada titik-titik yang paling terdampak — langkah sederhana yang di banyak daerah terbukti cepat meredakan keresahan sekaligus menegaskan bahwa negara hadir di saat rakyat membutuhkan.
Adapun kabar mengenai harga yang disebut melonjak jauh di atas ketentuan, sikap paling bijak adalah memastikannya lebih dahulu dengan data di lapangan, bukan menerimanya mentah sebagai kesimpulan. Verifikasi ini menguntungkan semua pihak: bila benar ada penyimpangan, ia menjadi dasar tindakan yang sah dan terukur; bila ternyata hanya terjadi pada segelintir pengecer tidak resmi, ia justru menjernihkan nama pangkalan-pangkalan jujur yang selama ini bekerja sesuai aturan. Di sinilah kami mengajak masyarakat turut serta dengan cara yang paling menolong: membeli di pangkalan resmi sesuai HET, dan melaporkan bila menemukan harga yang tidak wajar, agar pemerintah punya bahan yang jernih untuk bertindak.
Kami juga ingin menyampaikan satu hal dengan lembut namun tegas: dalam suasana seperti ini, mari kita jaga agar sesama warga kecil tidak saling berhadapan. Rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran semuanya adalah penerima yang sah menurut aturan negara. Mempertentangkan mereka satu sama lain hanya akan memperkeruh suasana tanpa menyelesaikan akar soal. Musuh kita bersama bukan sesama warga, melainkan ketidakteraturan distribusi — dan itu bisa dibenahi dengan data, koordinasi, dan niat baik yang kita miliki bersama.
LIRA menyampaikan catatan ini bukan sebagai pihak yang berdiri di seberang pemerintah, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang turut memikul tanggung jawab atas ketenteraman daerah ini. Kami percaya, dengan langkah yang cepat, terukur, dan terbuka, Pemkab Soppeng mampu mengubah keluhan hari ini menjadi bukti bahwa pemerintah sungguh hadir menjaga dapur rakyatnya. Sebab pada akhirnya, urusan sebutir tabung gas adalah urusan menjaga asap dapur tetap mengepul — dan menjaganya tetap mengepul adalah wujud paling sederhana dari keberpihakan kita semua kepada rakyat kecil.
Semoga pasokan segera pulih, harga kembali wajar, dan ketenangan warga terjaga.
Andi Ukkas Page
Bupati DPD LIRA Soppeng.
