Penyaluran KUR BRI di Soppeng Capai 96 Persen, Pasar Ramadhan Dinilai Dorong Ekonomi UMKM

Notification

×

Tag Terpopuler

Penyaluran KUR BRI di Soppeng Capai 96 Persen, Pasar Ramadhan Dinilai Dorong Ekonomi UMKM

Senin, 09 Maret 2026 | Maret 09, 2026 WIB Last Updated 2026-03-09T15:49:24Z


Soppeng, Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Soppeng hingga saat ini telah mencapai sekitar 96 persen dari target tahun berjalan. Program pembiayaan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah.


Hal tersebut disampaikan oleh Branch Office Head BRI Watansoppeng, Rahmatuloh Habibie, saat menjadi narasumber dalam Talk Show Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM yang digelar di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Senin malam (9/3/2026).


Kegiatan talk show tersebut juga menghadirkan akademisi dari Program Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, MM, yang turut memberikan pandangan mengenai peran kegiatan ekonomi masyarakat dalam memperkuat sektor UMKM.


Dalam pemaparannya, Rahmatuloh Habibie menjelaskan bahwa KUR merupakan salah satu program strategis pemerintah yang disalurkan melalui perbankan untuk membantu pelaku usaha kecil memperoleh akses permodalan.


Menurutnya, salah satu keunggulan KUR adalah suku bunga yang relatif rendah sehingga lebih terjangkau bagi pelaku usaha mikro dan kecil.


“KUR BRI memiliki suku bunga sekitar enam persen per tahun atau setara dengan 0,5 persen per bulan. Skema ini cukup membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka,” ujarnya.


Meski penyaluran kredit di Soppeng cukup tinggi, Rahmatuloh mengakui bahwa sektor perbankan di daerah masih menghadapi tantangan terkait keterbatasan likuiditas. Hal tersebut terjadi karena jumlah dana masyarakat yang tersimpan di perbankan belum sebanding dengan jumlah kredit yang disalurkan.


Ia menjelaskan bahwa dalam praktiknya, dana yang disimpan masyarakat di bank tidak selalu dimanfaatkan di daerah yang sama. Sebagian dana tersebut dapat mengalir ke daerah lain untuk mendukung pembiayaan usaha.


“Secara sederhana, dana masyarakat Soppeng lebih banyak mengalir keluar daerah melalui sistem perbankan. Artinya, uang masyarakat berpotensi digunakan oleh pelaku usaha di luar daerah dibandingkan oleh UMKM lokal,” jelasnya.


Karena itu, Rahmatuloh mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih lembaga keuangan tempat menyimpan dana. Dengan demikian, tabungan masyarakat juga dapat berkontribusi dalam mendukung pembiayaan usaha kecil di daerah.


Sementara itu, Dr. Nurmal Idrus menilai keberadaan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 merupakan contoh nyata bagaimana sebuah kegiatan atau event mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat.


Menurutnya, pasar ramadhan tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan langsung antara pedagang dan konsumen. Model pemasaran seperti ini dinilai masih sangat efektif bagi pelaku UMKM.


“Banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa kegiatan seperti pasar ramadhan memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha kecil,” katanya.


Ia juga menilai penyelenggaraan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.


Di bawah kepemimpinan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, pemerintah daerah dinilai terus berupaya membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang melalui berbagai program dan kegiatan ekonomi masyarakat.


Pelaksanaan Pasar Ramadhan tersebut dipercayakan kepada PT Lamataesso Mattappa sebagai perusahaan daerah yang diharapkan mampu mengelola kegiatan secara profesional dan berkelanjutan.


Nurmal Idrus menambahkan bahwa kegiatan semacam ini tidak selalu memberikan keuntungan besar bagi penyelenggara, namun dampak ekonominya terhadap pelaku UMKM sangat signifikan.


Oleh karena itu, ia mengusulkan agar durasi penyelenggaraan Pasar Ramadhan dapat diperpanjang sehingga peluang usaha bagi pedagang semakin terbuka.


Selain itu, konsep pasar tematik seperti ini juga dinilai dapat diselenggarakan lebih dari sekali dalam setahun, misalnya pada momentum hari besar nasional maupun peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng.


Dengan adanya kegiatan ekonomi yang berkelanjutan, ruang pemasaran bagi UMKM lokal diharapkan semakin luas dan perputaran ekonomi masyarakat dapat terus tumbuh di daerah.


(Idul Saputra)