Momentum Sumpah Pemuda, MATADOR Ajak Masyarakat Makassar Bersatu Cegah Kriminalitas Jalanan dan Perang Kelompok
×

Tag Terpopuler

Momentum Sumpah Pemuda, MATADOR Ajak Masyarakat Makassar Bersatu Cegah Kriminalitas Jalanan dan Perang Kelompok

Sabtu, 24 Oktober 2026 | Oktober 24, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T03:32:27Z


Makassar, Menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026, organisasi Makassar Tidak Kendor (MATADOR) mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pelajar untuk memperingati hari bersejarah tersebut dengan damai, sekaligus menjadikannya sebagai momentum evaluasi diri demi memperkuat persatuan.


Melalui pernyataannya, Karaeng Emba kembali menyoroti persoalan kriminalitas jalanan, aksi geng motor, hingga perang kelompok yang dinilai masih menjadi ancaman bagi ketenteraman masyarakat di Kota Makassar.


Menurutnya, situasi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat, terutama ketika hendak beraktivitas pada malam hari.


MATADOR menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal dan mendukung program Kapolda Sulawesi Selatan, yakni EWAKO, yang mengedepankan nilai Empati, Waspada, Adil, dan Kolaborasi.


Karaeng Emba menyampaikan bahwa MATADOR siap membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban.


Ia menegaskan, kepedulian terhadap persoalan keamanan bukan sekadar pernyataan di ruang publik, melainkan bentuk kecintaan terhadap daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan.


“Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ini, kami ingin seluruh elemen masyarakat menyatu, mempererat persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan jauh dari perpecahan antarsesama anak bangsa,” tegas Karaeng Emba. Sabtu (24/10/2026). 


Ia juga mengingatkan bahwa persoalan perang kelompok tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan korban jiwa maupun kerugian bagi masyarakat.


Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan, menurutnya, semua pihak memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam menciptakan perubahan positif dan membangun kehidupan sosial yang lebih damai.


Lebih lanjut, Karaeng Emba mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulawesi Selatan dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel beberapa hari sebelumnya, dalam momentum upaya perdamaian kelompok yang bertikai antara Jorjoran dan Lonner (Ablam) di Polda Sulsel.


Ke depan, MATADOR berencana membangun agenda kolaborasi dengan pihak terkait untuk merancang program yang berorientasi pada pencegahan tindak kriminalitas, termasuk mengantisipasi potensi terjadinya perang kelompok.


Upaya tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan setelah konflik terjadi, tetapi juga mendorong langkah pencegahan melalui pendekatan persuasif, komunikasi, dan keterlibatan aktif generasi muda.


Menutup pernyataannya, Karaeng Emba mengimbau seluruh kalangan, khususnya pemuda dan kelompok yang berpotensi terlibat konflik, agar mengesampingkan ego masing-masing demi kepentingan bersama.


Ia berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan, melainkan kekuatan untuk membangun solidaritas dan menjaga keutuhan masyarakat.


“Sudah saatnya kita mengesampingkan ego masing-masing dan membangun solidaritas untuk Sulawesi Selatan yang mengedepankan empati, kewaspadaan, keadilan, dan kolaborasi,” tutupnya.


(Red/MC)