Soppeng Tinggalkan Administrasi Konvensional, Aparatur Didorong Masuk Era Digital
×

Tag Terpopuler

Soppeng Tinggalkan Administrasi Konvensional, Aparatur Didorong Masuk Era Digital

Rabu, 09 September 2026 | September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T00:44:46Z
Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mengubah wajah administrasi pemerintahan. Pola kerja yang selama ini bertumpu pada dokumen fisik dan proses manual mulai diarahkan menuju sistem digital.

Perubahan itu ditandai dengan penguatan pemanfaatan Email Dinas, Tanda Tangan Elektronik (TTE), dan SRIKANDI di lingkungan pemerintahan.

Bukan hanya soal penggunaan aplikasi, langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan kerja baru bagi aparatur. Administrasi pemerintahan dituntut lebih cepat, efisien, aman, tertib, dan mudah ditelusuri.

Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi yang digelar secara bertahap oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng.

Terbaru, sosialisasi berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Marioriwawo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diikuti unsur kecamatan dan perangkat pelayanan terkait, termasuk sekretaris kecamatan, kasubag umum dan kepegawaian, kepala tata usaha, serta operator.

Sebelumnya, sosialisasi telah digelar di Kecamatan Marioriawa pada 1 September, Kecamatan Ganra pada 2 September dengan peserta gabungan Ganra dan Donri-Donri, Kecamatan Lilirilau pada 3 September, serta Kecamatan Liliriaja pada 8 September dengan peserta gabungan Liliriaja dan Citta.

Sosialisasi selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Lalabata pada 10 September 2026 dengan peserta gabungan Kecamatan Lalabata dan sejumlah SKPD.

Tiga Instrumen Jadi Penggerak

Dalam kegiatan tersebut, aparatur dibekali pemahaman mengenai penggunaan tiga instrumen digital yang berkaitan langsung dengan pekerjaan administrasi pemerintahan.

Email Dinas diarahkan sebagai sarana komunikasi resmi kedinasan. SRIKANDI digunakan untuk pengelolaan persuratan dan arsip dinamis secara elektronik. Sedangkan TTE dimanfaatkan untuk proses pengesahan dokumen secara digital.

Ketiganya diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap administrasi konvensional yang selama ini membutuhkan pencetakan, penandatanganan manual, pengiriman dokumen fisik, hingga penyimpanan arsip dalam bentuk berkas.

Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kabupaten Soppeng, Ali Imran Mallawi, S.Sos., M.Si., mengatakan keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh tersedianya teknologi.

Menurutnya, aparatur harus mampu menggunakan sistem tersebut secara konsisten dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Digitalisasi juga tidak sebatas memindahkan dokumen dari kertas ke perangkat elektronik. Perubahan yang lebih penting adalah mengubah pola kerja agar pemerintahan dapat berjalan lebih cepat, efisien, terintegrasi, aman, dan akuntabel.

Materi teknis sosialisasi disampaikan oleh Eka Saputra, S.Kom., MM., Pranata Komputer Ahli Muda, dan Noviyanto, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama.

Melalui SRIKANDI, proses persuratan dan pengelolaan arsip diharapkan semakin tertib serta mudah ditelusuri. Sementara TTE memungkinkan pengesahan dokumen dilakukan secara elektronik sehingga sejumlah tahapan manual dapat dipangkas.

Adapun Email Dinas diharapkan memperkuat komunikasi resmi antarunit kerja sekaligus mendorong penggunaan saluran komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan kedinasan.

Bukan Sekadar Program Digitalisasi

Pemkab Soppeng menargetkan perubahan tersebut tidak berhenti setelah sosialisasi selesai.

Aparatur di setiap unit kerja didorong untuk menerapkan sistem digital secara nyata dalam aktivitas pemerintahan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi menjadi bagian dari rutinitas kerja birokrasi.

Tantangannya adalah mengubah kebiasaan.

Dari dokumen yang menumpuk di meja menuju arsip elektronik. Dari tanda tangan manual menuju TTE. Dari komunikasi administratif yang tersebar menuju penggunaan Email Dinas sebagai saluran resmi.

Jika diterapkan secara konsisten, perubahan tersebut dapat memangkas sejumlah proses yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.

Diskominfo bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng terus memberikan pendampingan dan fasilitasi untuk memastikan penerapan Email Dinas, TTE, dan SRIKANDI berjalan secara berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Soppeng membangun birokrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin cepat, tertib, dan efektif.

(Idul Saputra)